Pada 2020 atau hampir 60 tahun setelah uji coba, Rusia merilis rekaman video uji coba Tsar Bomba. Dalam rekaman tampak bom menghasilkan bola api besar cendawan setinggi 60 km yang menerangi langit.
"Uji coba muatan hidrogen yang sangat luar biasa, mengonfirmasi bahwa Uni Soviet memiliki senjata termo-nuklir dengan kekuatan 50, 100 megaton, dan lebih banyak lagi," demikian narasi dalam video tersebut.
3. Senjata Nuklir dan Rudal (Korut)
Korut beberapa kali menguji coba senjata nuklir dan rudal sejak 1970-an dan masih berlangsung di masa pemerintahan pemimpin Kim Jong Un. Keputusan itu berbuah sanksi dari PBB serta negara besar lainnya, meski cucu pendiri Korut Kim Il Sung tersebut berjanji tak akan menggunakannya untuk menyerang negara lain, melainkan hanya untuk menjamin keamanan wilayahnya.
Uji coba senjata nuklir terbesar Korut berlangsung pada 2017, termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM). Ini menandakan Korut memiliki kemajuan teknologi roket yang sangat baik. Rudal yang diuji bernama ‘Hwasong-12’ yang mampu melesat sejauh 4.500 km, bahkan diklaim bisa menjangkau daratan AS. Beberapa waktu kemudian, rudal lain yakni ‘Hwasong-14’ juga diuji coba, memiliki kemampuan jauh lebih besar dengan jangkauan hingga 8.000 km. Beberapa pengamat menyebut daya jelajahnya bisa ditingkatkan hingga 10.000 km.
Pada 3 September 2017, Korut menguji coba senjata nuklir untuk keenam kali dan terbesar. Kelompok pemantau memperkirakan nuklir itu memiliki berat 250.000 ton yang berarti 16 kali lebih besar dari bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima pada 1945.