Badan Meteorologi Korea Selatan (Korsel) menyatakan, gempa bumi dengan skala kecil, bermagnitudo 2,5, mengguncang Korut, Rabu (29/1/2020) pagi. Aktivitas seismik itu diduga merupakan dampak uji coba senjata nuklir Korut. Gempa terjadi pukul 09.33 waktu setempat di Provinsi Hamgyong, tempat berdirinya fasilitas Uji Coba Senjata Nuklir Punggye-ri.
Pada 15 September atau kurang dari sepekan setelah PBB memberlakukan serangkaian sanksi kedelapan, Korut menembakkan rudal jarak menengah di atas wilayah Jepang.
Pada 29 November, Korut meluncurkan ICBM baru, Hwasong-15, yang diklaim memiliki hulu ledak superbesar dan dapat menjangkau seluruh daratan AS. Para analis sepakat kemampuan roket pada rudal mampu mencapai daratan AS, namun mereka skeptis Korut bisa menguasai teknologi canggih yang memungkinkan roket bertahan saat memasuki atmosfer Bumi.
4. Rudal Hipersonik (China)
Negeri Tirai Bambu tak ingin ketinggalan dengan melakukan uji coba rudal hipersoniknya. Pada Agustus 2021 China menguji coba rudal hipersonik yang mampu mengitari Bumi.
Para pengamat menggambarkan rudal ini sebagai senjata sangat cepat dan lebih andal dalam bermanuver. Hal ini bisa menjadi ancaman besar terhadap sistem pertahanan udara mana pun. Uji coba ini mengejutkan banyak pihak, termasuk intelijen AS. Rudal hipersonik ini memiliki kemampuan lesat 5 sampai 10 kali lebih cepat dibandingkan dengan suaranya.
Meski demikian rudal itu masih meleset jauh dari target, setelah lebih dulu mengeliling Bumi.