Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Influencer Andrew-Tristan Tate Ditangkap di AS terkait Dugaan Pemerkosaan dan Prostitusi
Advertisement . Scroll to see content

4 Senjata Rahasia Militer Dunia yang Bisa Hancurkan Sebuah Negara, Nomor 3 Picu Gempa Bumi

Selasa, 21 Desember 2021 - 14:23:00 WIB
4 Senjata Rahasia Militer Dunia yang Bisa Hancurkan Sebuah Negara, Nomor 3 Picu Gempa Bumi
Deretan senjata rahasia militer dunia yang bisa menghancurkan sebuah negara, tampak Kim Jong Un menyaksikan langsung uji coba rudal Hwasong-12 pada 2017 (Foto: KCNA via Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Tiga hari kemudian, bom atom kedua dijatuhkan di Nagasaki dengan jumlah korban mencapai 70.000 orang. Kali ini, bom nuklir dibawa pesawat B-29 Bock’s Car. Julukan untuk bom yang menyerang Nagasaki adalah ‘Fat Man’. Dalam sekejap, dua kota itu rata dengan tanah. 

2. Tsar Bomba (Rusia)

Bom hidrogen milik Rusia (saat itu masih bernama Uni Soviet) yang diakui terkuat sejagad raya, Tsar Bomba, diuji coba pada 1961 di Kepulauan Novaya Zemlya. Uji coba Tsar Bomba membuat Presiden AS saat itu John F Kennedy kelimpungan. Dia pun memutuskan untuk memulai perjanjian pengendalian senjata dengan Rusia. 

Tsar Bomba memiliki kekuatan 3.800 kali lebih besar dibandingkan bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, pada 1945.  Situs berita Britannica menyebut senjata ini memiliki berat 27 ton dengan panjang sekitar 8 meter dan diameter 2 meter. 

Meskipun memiliki nama asli RDS-220, senjata ini lebih dikenal sebagai Tsar Bomba yang berarti raja dari segala bom. Senjata dibuat atas permintaan Nikita Khrushchev, pemimpin Uni Soviet yang berkuasa pada periode 1953-1964. Dia menginginkan adanya senjata nuklir baru dengan kekuatan super untuk merespons perlombaan selama Perang Dingin. Tokoh lain yang juga terlibat dalam pembuatan Tsar Bomba adalah Andrei Sakharov, seorang ahli nuklir Soviet. 

Tsar Bomba dijatuhkan oleh seorang pilot militer Rusia beranama Andrei Durnovtsev pada 30 Oktober 1961. Setelah menjalankan tugas itu, dia naik pangkat sebagai Letnan Kolonel. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut