إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعالَمِينَ، لِمَنْ شاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَقِيمَ
Artinya: “(Al-Quran) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam. (Yaitu) bagi siapa di antara kamu yang menghendaki jalan yang lurus.”
Menurut cerita Abu Hurairah dan Sulaiman bin Musa, saat ada Al-Qur’an yang berbunyi, “bagi siapa di antara kamu yang menghendaki jalan yang lurus”, Abu Jahal lalu berdalih. Ia membuat ayat ini sebagai tameng.
“Semua urusan itu terserah kita. Kalau kita mau, kita akan jadi orang yang lurus. Jika kita tidak mau, ya kita tidak akan jadi orang lurus.” Begitu kata Abu Jahal.
Ideologi ini termasuk konsep dasar ideologi Qadariyah. Setelah Abu Jahal mengatakan demikian, turunlah ayat:
وَما تَشاؤُنَ إِلَّا أَنْ يَشاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعالَمِينَ، فَبَيَّنَ بِهَذَا أَنَّهُ لَا يَعْمَلُ الْعَبْدُ خَيْرًا إِلَّا بِتَوْفِيقِ اللَّهِ، وَلَا شَرًّا إِلَّا بِخِذْلَانِهِ