Hadirin yang dimuliakan,
Dalam rangka meningkatkan iman dan takwa, di samping kita wajib melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah dan Rasul-Nya, kita juga harus melengkapi keimanan dan ketakwaan kita tersebut dengan pemahaman tentang bagaimana beriman atau berkeyakinan kepada Allah dan Rasul-Nya secara benar.
Yang perlu diketahui pertama kali, paling mendasar bagi semua insan adalah mengetahui tentang ketuhanan (tauhid) secara mantap dalam hati. Mengutip pernyataan Syekh Ibnu Ruslan dalam kitabnya Az-Zubad sebagai berikut:
أَوَّلُ وَاجِبٍ عَلَى الْإِنْسَانِ مَعْرِفَةُ الْاِلَهِ بِاسْتِيْقَانِ
Artinya: “Kewajiban pertama kali bagi manusia adalah mengenal Tuhan dengan keyakinan yang teguh.”
Ulama-ulama Ahlussunnah menyatakan, setiap orang Islam wajib mengetahui sifat dasar ketuhanan yang tercantum pada istilah aqâid lima puluh. Pada akidah dasar ini setiap orang harus mengenal Tuhannya, bahwa Tuhan itu mempunyai sifat wajib 20, sifat muhal/mustahil juga 20, dan sifat jâiz satu. Semua sifat di atas adalah dogma yang bersifat absolut (benar, mutlak dan tak terbatas).
Bila Allah disebut sebagai Dzat yang Maha-Melihat, Maha-Mendengar, dan Maha-Mengetahui, maka penglihatan, pendengaran dan pengetahuan Allah subhanahu wa ta’ala tak terbatas dengan ruang dan waktu. Demikian juga kekuasaan dan kehendak-Nya tidak terbatas dengan ruang dan waktu.