Teks Khutbah Jum'at Tentang Akidah yang Menginspirasi, Akidah yang Kuat untuk Membendung Ekstremisme
Berbeda sekali dari manusia yang senantiasa dalam keterbatasan. Misalnya kita melihat, penglihatan kita terbatas pada saat kita terjaga. Ketika kita tidur, kita tak lagi bisa melihat. Cara melihat kita pun melalui perantara mata.
Tanpa mata, kita tidak bisa melihat. Jarak pandang kita juga terbatas. Kita di Indonesia tak bisa melihat belahan bumi yang berseberangan dengan kita. Bahkan kita tidak bisa melihat dengan jarak di atas 1 km. Ini menunjukkan pandangan kita terbatas. Berbeda dengan pandangan Allah yang absolut, tak terbatas.
Kedua, apa saja yang terjadi di alam semesta ini, tidak lepas dari sifat qudrah (kemapuan) dan irâdah (kehendak) Allah. Kehendak Allah meliputi apa saja yang terjadi di jagat raya ini baik itu berskala kecil mulai dari penciptaan atom, pergerakan mikroba sampai penciptaan bumi langit seisinya dan semua kegiatan entah itu baik atau buruk, semua atas kehendak Allah.
وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
Artinya: “Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam. (QS At-Takwir: 29)
Pada ayat tersebut, Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menyatakan bahwa ayat tersebut turun berawal dari ayat