وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
“Shalatlah kalian sebagaimana aku shalat” (HR. Bukhari)
Para ulama fikih kemudian menuliskan sifat sholat Rasulullah SAW dalam semua kitab fikih, dengan beberapa perbedaaan yang memang tidak bisa dihindarkan.
Mulai dari niat dan takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah, rukuk/sujud, duduk antara dua sujud, duduk tahiyyat, salam, dan segala dzikir yang ada pada setiap gerakan dalam shalat.
Segala kegundahan hati itu hanya bisa diobati dengan mendekatkan diri kepada Allah swt lewat ibadah sholat khususnya, pun dalam rangkan memperbaharui semangat jiwa agar tetap semangat dalam berjuang resepnya ada di sholat.
Allah SWt berfirman dalam Al Quran, Surat Al Baqarah ayat 45.
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu”. (QS. Al-Baqarah: 45)