Sedangkan shalat dzuhur dan ashar tidak dianjurkan mengeraskan bacaan Al-Fatihah. Ketika imam tidak mengeraskan bacaan Al-Fatihah dalam shalat sirriyah, makmum harus membaca sendiri-sendiri.
Berkaitan dengan bacaan Al-Fatihah dalam shalat dzuhur dan ashar yang tidak dikeraskan, para ulama tafsir mendasarkan pada Al Quran, Surat Al Isra ayat 110.
Allah SWT berfirman:
وَلا تَجْهَرْ بِصَلاتِكَ
Artinya: Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu. (QS. Al-Isra: 110).
Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang telah mengatakan bahwa ayat berikut ini diturunkan saat Rasulullah SAW sedang bersembunyi di Mekah. Apabila Nabi SAW salat dengan sahabat-sahabatnya, Rasulullah SAW mengeraskan bacaan Al-Qur'annya; dan manakala kaum musyrik mendengar bacaannya itu, mereka mencaci Al-Quran dan mencaci Tuhan yang menurunkannya serta malaikat yang menyampaikannya.
Maka Allah Swt berfirman kepada Nabi-Nya: dan janganlah kamu mengeraskan suaramu. (Al-Isra: 110) Maksudnya, janganlah kamu mengeraskan bacaan Al-Qur'anmu, nanti orang-orang musyrik akan mendengarnya dan mereka akan mencaci Al-Qur'an karenanya dan janganlah pula kamu merendahkannya. (Al-Isra: 110).