Kapan Bacaan Al-Fatihah Dikeraskan oleh Imam? Begini Ketentuan dan Penjelasannya

Kastolani Marzuki
Membaca Al Fathah dalam shalat merupakan rukun yang tidak boleh ditinggalkan. Bacaan Al Fatihah dikeraskan imam ketika sholat maghrib, isya dan subuh serta shalat Jumat. (Foto: ist)

Sedangkan shalat dzuhur dan ashar tidak dianjurkan mengeraskan bacaan Al-Fatihah. Ketika imam tidak mengeraskan bacaan Al-Fatihah dalam shalat sirriyah, makmum harus membaca sendiri-sendiri.

Berkaitan dengan bacaan Al-Fatihah dalam shalat dzuhur dan ashar yang tidak dikeraskan, para ulama tafsir mendasarkan pada Al Quran, Surat Al Isra ayat 110.

Allah SWT berfirman:

وَلا تَجْهَرْ بِصَلاتِكَ

Artinya: Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu. (QS. Al-Isra: 110).

Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang telah mengatakan bahwa ayat berikut ini diturunkan saat Rasulullah SAW sedang bersembunyi di Mekah. Apabila Nabi SAW salat dengan sahabat-sahabatnya, Rasulullah SAW mengeraskan bacaan Al-Qur'annya; dan manakala kaum musyrik men­dengar bacaannya itu, mereka mencaci Al-Quran dan mencaci Tuhan yang menurunkannya serta malaikat yang menyampaikannya. 

Maka Allah Swt berfirman kepada Nabi-Nya: dan janganlah kamu mengeraskan suaramu. (Al-Isra: 110) Maksudnya, janganlah kamu mengeraskan bacaan Al-Qur'anmu, nanti orang-orang musyrik akan mendengarnya dan mereka akan mencaci Al-Qur'an karenanya dan janganlah pula kamu merendahkannya. (Al-Isra: 110).

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pahala Sholat Berjamaah di Bulan Ramadhan

57 tahun lalu

Keajaiban Al-Fatihah bagi yang Mengamalkan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal