"Dari jam 10 malam nanti baru ketemu lagi di jam 6.15 itu kurang lebih sekitar 18 sampai 20 jam itu tidak terjadi yang namanya lonjakan gula darah yang terlalu tinggi tuh teman-teman, jadi lonjakan gula darahnya dia standar aja," ujarnya.
Dia menuturkan, kondisi gula darah yang stabil akan mendorong tubuh mencari sumber energi alternatif. Tanpa tambahan karbohidrat di pagi hari, tubuh secara otomatis membakar cadangan lemak sebagai sumber energi.
"Setelah itu badan sudah akan mencari alternatif sumber energi lain. Which is adalah dia akan ambilnya dari lemak sebagai stored energy, cadangan energi. Jadi di tips nomor 1 saya adalah kita make sure di sahur kalau bisa tidak terjadi lonjakan gula darah," katanya.
Dengan strategi sahur yang tepat, imun tubuh diharapkan tetap terjaga sehingga ibadah puasa Ramadhan dapat dijalani secara optimal dan penuh energi.