Belum selesai menjelaskan alasannya, dr Piprim kemudian menerangkan soal saran Dokter Rizky Adriansyah selaku Ketua Ikatan Dokter Jantung Anak Indonesia yang mengatakan, sebetulnya ada solusi terbaik atas insiden dr Piprim vs Menkes ini.
"Bahwa saya diberi SIP (Surat Izin Praktik) tambahan di RSUP Fatmawati untuk kemudian membantu pelayanan jantung anak di sana," katanya.
"Sebetulnya hal ini sudah saya ungkapkan pertama sekali ketika surat mutasi itu keluar," tambahnya.
Menurut dr Piprim, dia menyampaikan saran itu kepada Dirut RSCM dan Dirut Fatmawati agar solusi tersebut disampaikan juga ke jajaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Kalau tujuannya untuk mengembangkan layanan jantung anak di Fatmawati, saya tidak harus dimutasi. Beri saya surat penugasan 1 atau 2 hari di Fatmawati, 3 hari RSCM, agar saya tetap bisa melayani pasien-pasien saya di RSCM, tetap bisa membimbing murid-murid saya yang harus dibimbing, terutama para calon konsultan jantung anak, dan juga saya bisa mengembangkan layanan jantung anak di Fatmawati," paparnya.
Sayang seribu sayang, usulan tersebut kata dr Piprim tidak diterima alias ditolak mentah-mentah. Katanya, dr Piprim tetap harus segera mutasi ke RSUP Fatmawati.
"Fatalnya Pak Menkes bilang, karena di Fatmawati tidak ada ahli jantung anak. Ini fatal sekali sih Pak bohongnya. Di sana (di RSUP Fatmawati) itu ada dr Mochammading, sudah bertahun-tahun beliau konsultan jantung anak di sana, dan beliau mengerjakan segala intervensi jantung anak," ungkap dr Piprim.