Meski Kasus Campak Turun Tajam, Kemenkes Ingatkan Tim Medis Tidak Abaikan Gejala Penyakit

Annastasya Rizqa
Kemenkes) mengingatkan tenaga kesehatan agar tidak mengabaikan gejala penyakit campak meskipun kasus menurun. (Foto: Ilustrasi/AI)

Meski demikian, risiko penularan masih tetap ada, terutama pada kelompok dengan paparan tinggi. Data nasional menunjukkan sekitar 8 persen kasus campak menyerang kelompok dewasa berusia di atas 18 tahun.

Pada kelompok ini, risiko komplikasi dapat meningkat karena faktor komorbid serta intensitas paparan yang tinggi. 

Untuk itu, Kemenkes menegaskan sistem pengawasan penyakit tetap berjalan ketat di seluruh daerah. Pemantauan dilakukan melalui metode New All Record (NAR) serta Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) yang dilaporkan fasilitas kesehatan.

Data tersebut kemudian diverifikasi bersama dinas kesehatan daerah untuk memastikan akurasi. Selain pengawasan, pemerintah juga mendorong peningkatan cakupan vaksinasi untuk mencegah penyebaran virus.

Kemenkes mengimbau masyarakat serta tenaga kesehatan yang belum mendapatkan vaksin untuk segera melengkapi imunisasi. Langkah ini dinilai penting untuk memutus rantai penularan campak di Indonesia.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Waspada! Campak Sangat Mudah Menular, 1 Pasien Bisa Tularkan Virus ke 18 Orang

2 bulan lalu

Pengakuan Lengkap Pasien Campak Nonton Konser F4 di Jakarta, Dokter Murka!

2 bulan lalu

Geger! Penonton Konser F4 di Jakarta Datang saat Sakit Campak

3 bulan lalu

5 Tanda Campak pada Anak Wajib Diwaspadai Orang Tua, Ini yang Terlihat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal