Meski Kasus Campak Turun Tajam, Kemenkes Ingatkan Tim Medis Tidak Abaikan Gejala Penyakit

Annastasya Rizqa
Kemenkes) mengingatkan tenaga kesehatan agar tidak mengabaikan gejala penyakit campak meskipun kasus menurun. (Foto: Ilustrasi/AI)

Pada kelompok ini, risiko komplikasi dapat meningkat karena faktor komorbid serta intensitas paparan yang tinggi. 

Untuk itu, Kemenkes menegaskan sistem pengawasan penyakit tetap berjalan ketat di seluruh daerah. Pemantauan dilakukan melalui metode New All Record (NAR) serta Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) yang dilaporkan fasilitas kesehatan.

Data tersebut kemudian diverifikasi bersama dinas kesehatan daerah untuk memastikan akurasi. Selain pengawasan, pemerintah juga mendorong peningkatan cakupan vaksinasi untuk mencegah penyebaran virus.

Kemenkes mengimbau masyarakat serta tenaga kesehatan yang belum mendapatkan vaksin untuk segera melengkapi imunisasi. Langkah ini dinilai penting untuk memutus rantai penularan campak di Indonesia.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Health
6 hari lalu

Dokter Internsip Meninggal karena Campak, Kemenkes Percepat Vaksinasi untuk Tenaga Medis

Health
6 hari lalu

Kasus Campak Turun 93 Persen, Kemenkes Pastikan Pengawasan Tetap Ketat

Nasional
7 hari lalu

Kronologi Meninggalnya Dokter di Cianjur usai Tertular Campak saat Bertugas

Nasional
7 hari lalu

Kemenkes Terbitkan Surat Edaran Waspada Campak usai Dokter di Cianjur Meninggal, Ini Isinya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal