"Prinsipnya jelas, tidak boleh ada anak berada di lingkungan ekstrem tanpa sistem perlindungan yang lengkap," ujarnya.
Berkaca dari kasus di Gunung Ungaran, ia mengingatkan bahwa banyak insiden terjadi bukan semata karena alam yang ekstrem, melainkan kesalahan manusia dalam menilai risiko.
"Ini bukan soal melarang, tapi soal memastikan keselamatan anak jadi prioritas utama," pungkasnya.