JAKARTA, iNews.id - Kasus bayi berusia 1,5 tahun yang mengalami hipotermia saat berada di Gunung Ungaran Semarang menjadi perhatian publik. Peristiwa ini memicu diskusi luas mengenai batas aman anak untuk berada di lingkungan ekstrem seperti gunung.
Menanggapi hal tersebut, pakar kesehatan sekaligus epidemiolog dr Dicky Budiman menegaskan bahwa tidak semua anak siap diajak mendaki gunung, terutama tanpa persiapan matang.
Menurutnya, secara umum anak baru bisa dipertimbangkan untuk ikut aktivitas pendakian ketika telah mencapai usia tertentu dan memenuhi sejumlah syarat penting.
"Kalau mau dibawa, minimal usianya di atas 10 tahun, dengan catatan sudah ada adaptasi sebelumnya," kata dr Dicky saat dihubungi iNews.id, Senin (13/4/2026).
Adaptasi yang dimaksud bukan sekadar kesiapan mental, tetapi juga fisik. Anak perlu diperkenalkan terlebih dahulu dengan lingkungan dingin secara bertahap agar tubuhnya mampu beradaptasi.
Selain faktor usia, kondisi kesehatan juga menjadi hal krusial. Anak yang memiliki penyakit penyerta seperti asma, malnutrisi, atau gangguan kesehatan lainnya sangat tidak disarankan untuk ikut dalam aktivitas di lingkungan ekstrem.