Jangan Asal Minum Suplemen Vitamin B6, Berlebih Bisa Ganggu Saraf!

Muhammad Sukardi
Ilustrasi suplemen Vitamin B6. (Foto: Ilustrasi AI)

Meski begitu, ada sejumlah kelompok yang berpotensi membutuhkan tambahan suplemen vitamin B6, di antaranya ibu hamil dan menyusui, lansia, penderita penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit ginjal, pengguna obat jangka panjang terutama obat tuberkulosis dan antikejang, hingga individu dengan gangguan penyerapan nutrisi.

Di sisi lain, para dokter spesialis saraf juga mencatat adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan dosis vitamin B6. Hal ini terutama terjadi pada individu yang mengonsumsi lebih dari satu jenis suplemen secara bersamaan.

Meski kasus neuropati perifer akibat vitamin B6 tergolong jarang, konsumsi berlebihan tetap dapat memicu gejala seperti kesemutan atau mati rasa. Kabar baiknya, gejala awal tersebut umumnya bersifat reversibel atau dapat membaik apabila asupan segera disesuaikan.

"Untuk memperkuat penggunaan berbasis bukti, panel ahli multidisiplin dari kawasan Asia Pasifik telah merumuskan panduan penggunaan vitamin B6 yang aman," ujar Prof Pinzon. 

"Panduan ini menekankan pentingnya keseimbangan dosis, durasi konsumsi, serta pemantauan yang tepat, baik bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat," tambahnya.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

5 Makanan Mengandung Vitamin B12 Lebih Tinggi dari Telur

57 tahun lalu

Vitamin C atau Vitamin D, Mana Lebih Baik Tingkatkan Imun?

57 tahun lalu

MNC Life Luncurkan Kampanye SafeTember, Hadirkan Bonus Perawatan Vitamin C Gratis

57 tahun lalu

Minum Vitamin Ada Aturannya, Cek di Sini Biar Gak Keracunan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal