Gen Z Rentan Alami Gangguan Mental, Medsos Biang Keroknya?

Muhammad Sukardi
Ilustrasi anak bergejala depresi. (Foto: Ilustrasi AI)

Pandemi disebut meninggalkan dampak psikologis jangka panjang akibat isolasi sosial, perubahan pola belajar, dan berkurangnya interaksi langsung selama beberapa tahun terakhir.

Di sisi lain, para ahli juga menilai meningkatnya angka gangguan mental pada Gen Z dipengaruhi oleh kesadaran yang semakin tinggi terhadap kesehatan mental.

Jika dulu banyak orang memilih diam karena takut stigma, kini generasi muda cenderung lebih terbuka untuk mencari bantuan dan membicarakan kondisi psikologis mereka.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa kesehatan mental anak muda tetap perlu menjadi perhatian serius.

Pentingnya Batasi Penggunaan Medsos

Untuk menjaga kesehatan mental, para ahli menyarankan Gen Z mulai lebih bijak menggunakan media sosial. Membatasi waktu bermain gadget, menjaga hubungan sosial di dunia nyata, tidur cukup, rutin berolahraga, dan mencari bantuan profesional saat dibutuhkan menjadi langkah penting untuk mencegah gangguan mental semakin parah.

Para peneliti juga menekankan bahwa media sosial seharusnya tidak sepenuhnya disalahkan. Platform digital dapat menjadi ruang positif jika digunakan secara sehat dan seimbang.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

1,2 Miliar Orang di Dunia Alami Gangguan Mental, Kecemasan Mendominasi!

57 tahun lalu

Ribuan Ibu Hamil Ikuti Meditasi Kesehatan Mental, Resmi Tercatat MURI

57 tahun lalu

Anak-Anak Rentan Alami Gangguan Mental akibat Medsos, Ini Faktanya!

57 tahun lalu

Tren Baru! Anak Muda Lebih Pilih Parfum Tahan Lama daripada Merek Mewah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal