Dokter Internsip Meninggal karena Campak, Kemenkes Percepat Vaksinasi untuk Tenaga Medis

Annastasya Rizqa
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat rencana perluasan vaksinasi campak bagi tenaga medis. (Foto: Ilustrasi/AI)

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya kasus campak di Kabupaten Cianjur pada awal tahun. Data Kemenkes menunjukkan terdapat 15 kasus suspek dan 10 kasus campak terkonfirmasi di wilayah tersebut. Lonjakan kasus tercatat pada minggu ke-10.

Sebagai langkah pencegahan, pemerintah tidak hanya memperluas vaksinasi tetapi juga memperketat perlindungan bagi tenaga kesehatan.

Kemenkes mewajibkan fasilitas kesehatan tempat internsip memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD). Selain itu, pengaturan beban kerja dan hak istirahat tenaga medis juga menjadi perhatian.

“Kami juga mewajibkan wahana penempatan untuk memastikan ketersediaan APD serta mengatur beban kerja dan hak istirahat yang cukup bagi nakes yang menangani penyakit menular,” ucap dr Andi.

Pemerintah tengah mempercepat analisis uji klinis vaksin untuk memperluas program imunisasi campak pada kelompok dewasa. Langkah ini diprioritaskan bagi tenaga kesehatan yang memiliki risiko paparan lebih tinggi.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Health
6 hari lalu

Meski Kasus Campak Turun Tajam, Kemenkes Ingatkan Tim Medis Tidak Abaikan Gejala Penyakit

Health
6 hari lalu

Kasus Campak Turun 93 Persen, Kemenkes Pastikan Pengawasan Tetap Ketat

Nasional
7 hari lalu

Kronologi Meninggalnya Dokter di Cianjur usai Tertular Campak saat Bertugas

Nasional
7 hari lalu

Kemenkes Terbitkan Surat Edaran Waspada Campak usai Dokter di Cianjur Meninggal, Ini Isinya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal