Wawancara Eksklusif iNews dengan Jusuf Kalla terkait Kisruh Perebutan Kursi Ketum PMI

iNews
Wawancara eksklusif iNews dengan Jusuf Kalla terkait kisruh perebutan kursi Ketum PMI. (iNews)

JK: Ya ya melanggar tentu pelanggaran dasar ada hukumannya, ada hukuman disiplin. Kalau terlalu, sudah dua tiga kali dipecat, itu aja dan kita sudah lakukan itu. 

Yang menarik Pak kemarin ada munas tandingan, kemudian ada pihak-pihak yang mengklaim. Apa sebenarnya yang melatarbelakangi hal itu?

JK: Saya tidak tahu, tanya aja mereka. Bahwa orang menjadi saya katakan silakan, mau jadi ketua silakan, asal didukung oleh 20 persen peserta, silakan. Tapi, gak ada dukungan, cuma 5 persen dan mekanismenya sudah jelas, jelas, semua ada aturannya, AD/ART ada. 

Ke depan hal ini apakah akan mengganggu tugas-tugas PMI, khususnya melayani masyarakat Pak?

JK: Oh tidak, tidak akan mengganggu. Kalau dia mengganggu, ya kita ambil tindakan juga, melapor ke hukum. kalau buat sekali lagi ini kan upaya kemanusiaan kalau ada yang menghalangi, berarti menghalangi upaya kekuasaan. Tidak. Insyaallah tidak. Saya kira mereka juga sudah sadar gak mungkin.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

PDIP Kritik Diskusi di UGM Hanya Tampilkan Pejabat Pemerintah: Mahasiswa Harus Jadi Narasumber

57 tahun lalu

Ahmad Alimuddin Sebut Anggaran MBG Hasil Efisiensi yang Dilakukan Negara, Bukan Motong Dana Pendidikan

57 tahun lalu

Ubedilah Badrun Ungkap Momen yang Membuatnya Terpanggil Ikut Demo Mahasiswa

57 tahun lalu

Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM Subsidi, Gerindra: Keputusan Berani Berpihak ke Rakyat

57 tahun lalu

BEM UI Siap Turun ke Jalan Lagi, Unjuk Rasa di Bundaran HI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal