JK: Tantangannya ke depan ialah bahaya yang mungkin akibat perubahan iklim, ya itulah terjadi di mana-mana terjadi bencana alam karena perubahan iklim itu, dari banjir, kemudian longsor, gempa bumi atau gunung meletus. Semua itu tantangan-tantangan yang makin besar sehingga kita harus makin aktif dan siap-siap untuk itu.
Kalau bicara soal tantangan ke depan Pak, artinya yang nantinya akan masuk ke dalam kepengurusan Palang Merah Indonesia harus tahu ya tentang tantangan yang akan dihadapi?
JK: Oh ya, tentu harus tahu dan harus siap, harus ada pelatihan-pelatihan untuk itu. Seperti sekarang, kita untuk mencegah adanya akibat perubahan iklim, maka Palang Merah membentuk tim untuk perbaikan lingkungan. Ada 1 juta lebihrelawan kita latih untuk menanam pohon di lingkungannya masing-masing. Setiap orang minimum 10 pohon setiap tahun sehingga bisa terjadi penanaman pohon 10 juta oleh Palang Merah, seperti itu.
Itu bisa diwujudkan ya di Indonesia?
JK: Bisa, karena kita mengadakan pembibitan. Kemudian anak-anak sekolah yang menjadi relawan PMI juga harus menanam pohon di mana pun, menanam pohon di depan rumahnya, di tempat umum, dekat sekolah atau di bukit-bukit di mana pun, yang penting membangun.
Soal tantangan, kan tidak hanya dalam misi kemanusiaan yang dihadapi oleh PMI. Kemarin juga ada tantangan tersendiri termasuk ada pihak-pihak yang memang mengklaim atau mengadakan Munas tandingan. Tanggapan Pak JK seperti apa?