Wawancara Eksklusif iNews dengan Jusuf Kalla terkait Kisruh Perebutan Kursi Ketum PMI

iNews
Wawancara eksklusif iNews dengan Jusuf Kalla terkait kisruh perebutan kursi Ketum PMI. (iNews)

Sebuah aturan ketika dilanggar itu kan tentu ada konsekuensinya. Konsekuensi seperti apa Pak yang akan memang diterima oleh mereka-mereka yang melanggar AD/ART?

JK: Ya ya melanggar tentu pelanggaran dasar ada hukumannya, ada hukuman disiplin. Kalau terlalu, sudah dua tiga kali dipecat, itu aja dan kita sudah lakukan itu. 

Yang menarik Pak kemarin ada munas tandingan, kemudian ada pihak-pihak yang mengklaim. Apa sebenarnya yang melatarbelakangi hal itu?

JK: Saya tidak tahu, tanya aja mereka. Bahwa orang menjadi saya katakan silakan, mau jadi ketua silakan, asal didukung oleh 20 persen peserta, silakan. Tapi, gak ada dukungan, cuma 5 persen dan mekanismenya sudah jelas, jelas, semua ada aturannya, AD/ART ada. 

Ke depan hal ini apakah akan mengganggu tugas-tugas PMI, khususnya melayani masyarakat Pak?

JK: Oh tidak, tidak akan mengganggu. Kalau dia mengganggu, ya kita ambil tindakan juga, melapor ke hukum. kalau buat sekali lagi ini kan upaya kemanusiaan kalau ada yang menghalangi, berarti menghalangi upaya kekuasaan. Tidak. Insyaallah tidak. Saya kira mereka juga sudah sadar gak mungkin.

Ketika hal ini sampai ke Pak JK, informasi mengenai adanya munas tandingan dan konsolidasi di dalam dengan peserta yang lain, sebenarnya aspirasi seperti apa yang Bapak dengarkan dari teman-teman kepengurusan?

JK: Ya aspirasi baik untuk kemajuan PMI. Di samping itu juga sejak semuanya beberapa bulan lalu atau setahun lalu semua ingin agar... Saya sebenarnya ingin istirahat juga, tapi pengurus memaksa lanjutkan ya kita lanjutkan sama-sama.

Jadi sebenarnya keinginan itu datang dari mereka semua?

JK: Oh iya, semua menginginkan. Saya tidak pernah berkampanye, tidak pernah. Sejak saya ketua umum saya tidak pernah meminta, selalu saya diminta untuk itu.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
Nasional
16 jam lalu

Susno Duadji Ungkap Prabowo Punya Daftar Pengusaha-Aparat Nakal di Pertambangan

Nasional
17 jam lalu

Ray Rangkuti: 20 Persen Kelompok Kritis Lebih Banyak Serang Jokowi-Gibran

Buletin
1 hari lalu

Ditegur Bising Main Drum, Bapak dan Anak Malah Aniaya Tetangga di Cengkareng

Buletin
2 hari lalu

Sah! Thomas Djiwandono Dilantik Jadi Deputi Gubernur BI Periode 2026-2031

Megapolitan
3 hari lalu

Jusuf Kalla: Kalau Banjir Jangan Marahi Gubernur Jakarta, Marahi Diri Sendiri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal