Tono yang berprofesi sebagai pegawai swasta mengatakan pertama kali mengenal Sate Ayam Barokah Mayestik saat Haidir masih berjualan di pinggir jalan. Menurut dia, rasa sate yang konsisten menjadi alasan utama dirinya tetap datang hingga sekarang.
“Dari masih di trotoar saya sudah makan di sini. Rasanya dari dulu enggak berubah, malah sekarang tempatnya lebih nyaman,” kata Tono.
Dia menilai perpindahan Sate Ayam Barokah Mayestik ke ruko membuat suasana makan jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Selain lebih bersih dan luas, pelanggan juga lebih nyaman saat makan bersama keluarga maupun rekan kerja.
Tono mengatakan pelayanan langsung dari Haidir menjadi nilai lebih yang membuat pelanggan tetap bertahan. Dia mengaku sering melihat pelanggan mencari Haidir secara langsung ketika datang ke warung sate tersebut.
“Kalau Mas Haidir lagi enggak kelihatan biasanya pelanggan suka nanya. Soalnya memang pelayanannya ramah dan udah hafal pelanggan tetap,” ujarnya.