“Untungnya sudah sekian, omzetnya sudah sekian, tapi prosesnya dari 2013 sampai ke titik sini tuh butuh perjuangan,” ujarnya.
Sate Ayam Barokah Mayestik nyaris tak pernah sepi pelanggan. Salah satu pelanggan setianya, Tono, mengaku rutin makan di tempat tersebut.
Tono yang berprofesi sebagai pegawai swasta mengatakan pertama kali mengenal Sate Ayam Barokah Mayestik saat Haidir masih berjualan di pinggir jalan. Menurut dia, rasa sate yang konsisten menjadi alasan utama dirinya tetap datang hingga sekarang.
“Dari masih di trotoar saya sudah makan di sini. Rasanya dari dulu enggak berubah, malah sekarang tempatnya lebih nyaman,” kata Tono.
Dia menilai perpindahan Sate Ayam Barokah Mayestik ke ruko membuat suasana makan jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Selain lebih bersih dan luas, pelanggan juga lebih nyaman saat makan bersama keluarga maupun rekan kerja.