JAKARTA, iNews.id - Asap tampak mengepul dari sudut salah satu ruko di kawasan Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, meski jam makan siang sudah lewat. Moch Haidir, pemilik Sate Ayam Barokah Mayestik, tampak sibuk membakar sate sambil sesekali menyapa pelanggan yang datang.
Tak banyak yang tahu, Haidir semula berjualan di trotoar Jalan Kiai Maja, seberang Pasar Mayestik. Pria berusia 30 tahun itu bahkan mengaku sempat berkali-kali dikejar Satpol PP demi mempertahankan lapak kecilnya.
Kini, usaha yang dirintis Haidir sejak 2013 itu berkembang pesat. Penjualan sate yang dulu hanya ratusan tusuk kini mencapai 2.000 tusuk dengan omzet hingga Rp8 juta per hari. Haidir menyebut, salah satu titik balik terbesar dalam perjalanan usahanya terjadi saat mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI.
“Kalau enggak ada KUR dari BRI enggak mungkin masuk ke ruko ini,” kata Haidir saat ditemui iNews.id pada Senin (13/4/2026) lalu.
Haidir lahir di Jakarta, namun sempat menempuh pendidikan di Madura sebelum kembali lagi ke ibu kota pada 2013. Selepas lulus Madrasah Ibtidaiyah (MI), bapak satu anak itu mulai mengikuti jejak ayahnya yang lebih dulu berjualan sate.