Prambanan Bersolek Jadi Destinasi Spiritual Dunia, Restorasi Jadi Titik Awal

Menurutnya, Prambanan kini tidak hanya dikembangkan sebagai situs warisan budaya dunia, tetapi juga sebagai ruang spiritual yang hidup dan mampu memberikan pengalaman bermakna bagi umat Hindu maupun wisatawan dari berbagai negara.
"Perayaan ini menjadi kesempatan penting untuk meneguhkan peran Candi Prambanan tidak hanya sebagai warisan budaya dunia, tetapi juga sebagai pusat ibadah umat Hindu di Indonesia yang sekaligus menjadi faktor pengungkit pariwisata," kata Ni Luh Puspa.
Dia menilai Prambanan memiliki potensi besar berkembang sebagai destinasi budaya sekaligus spiritual kelas dunia. Sebagai salah satu Candi Siwa terbesar di dunia, Prambanan tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga menjadi pusat peradaban, riset, dan pengembangan pengetahuan tentang Hindu.
Untuk mendukung target tersebut, Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Kementerian Kebudayaan, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), serta InJourney Destination Management menyelenggarakan Prambanan Shiva Festival sebagai agenda unggulan mulai 2026.
Festival itu menghadirkan beragam kegiatan spiritual dan budaya, seperti Malam Siwaratri, Festival Deepa dan Damaru, Maha Gangga Tirta Gamana, hingga berbagai ritual keagamaan yang terbuka bagi masyarakat.