Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menpar: Kunjungan PM India Perkuat Posisi Prambanan sebagai Destinasi Wisata Budaya Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Prambanan Bersolek Jadi Destinasi Spiritual Dunia, Restorasi Jadi Titik Awal

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:38:00 WIB
Prambanan Bersolek Jadi Destinasi Spiritual Dunia, Restorasi Jadi Titik Awal
Candi Prambanan mulai direstorasi. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id RestorasiCandi Prambanan yang disepakati Pemerintah Indonesia dan India menjadi langkah awal memperkuat kawasan tersebut sebagai destinasi spiritual kelas dunia sekaligus pusat pelestarian peradaban Hindu

Kesepakatan ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian warisan budaya dunia, tetapi juga meningkatkan daya tarik Prambanan di mata wisatawan internasional.

Kesepakatan restorasi disahkan saat Perdana Menteri India Narendra Modi mendampingi Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Candi Prambanan pada Rabu (8/7/2026) dalam rangka kunjungan kenegaraan ke Indonesia.

Perdana Menteri India Narendra Modi saat mengunjungi Candi Prambanan, Rabu (8/7/2026). (Foto: InJourney)
Perdana Menteri India Narendra Modi saat mengunjungi Candi Prambanan, Rabu (8/7/2026). (Foto: InJourney)

Kerja sama tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat fungsi Prambanan sebagai ruang spiritual dan budaya bagi umat Hindu, dengan tetap mengedepankan prinsip pelestarian cagar budaya dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan.

Ketua Tim Pemanfaatan Candi Prambanan Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan restorasi merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan salah satu situs warisan budaya dunia sekaligus mempererat hubungan Indonesia dan India dalam pelestarian cagar budaya.

Menurut dia, upaya restorasi diperlukan untuk memastikan kondisi fisik Candi Prambanan tetap terjaga di tengah tantangan usia bangunan dan pengaruh faktor alam.

"Dengan perawatan yang berkelanjutan, nilai sejarah, arsitektur, dan budaya yang terkandung di dalam kompleks candi dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang," ujar Ariawan, dalam keterangan resminya, Jumat (10/7/2026). 

Dia menambahkan, restorasi tidak hanya bertujuan mempertahankan keutuhan bangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas pengalaman wisata budaya dan spiritual. Candi yang terawat dinilai mampu menjadi sarana edukasi mengenai sejarah serta peradaban Nusantara bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sejalan dengan itu, Kementerian Pariwisata terus mendorong penguatan Candi Prambanan sebagai destinasi wisata budaya dan spiritual berkelas dunia. Pengembangan dilakukan melalui berbagai agenda budaya dan keagamaan, sekaligus memperkuat fungsi Prambanan sebagai pusat ibadah umat Hindu.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan penyelenggaraan Prambanan Shiva Festival pada Februari 2026 menjadi tonggak penting transformasi Candi Prambanan.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa. (Foto: Istimewa)
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa. (Foto: Istimewa)

Menurutnya, Prambanan kini tidak hanya dikembangkan sebagai situs warisan budaya dunia, tetapi juga sebagai ruang spiritual yang hidup dan mampu memberikan pengalaman bermakna bagi umat Hindu maupun wisatawan dari berbagai negara.

"Perayaan ini menjadi kesempatan penting untuk meneguhkan peran Candi Prambanan tidak hanya sebagai warisan budaya dunia, tetapi juga sebagai pusat ibadah umat Hindu di Indonesia yang sekaligus menjadi faktor pengungkit pariwisata," kata Ni Luh Puspa.

Dia menilai Prambanan memiliki potensi besar berkembang sebagai destinasi budaya sekaligus spiritual kelas dunia. Sebagai salah satu Candi Siwa terbesar di dunia, Prambanan tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga menjadi pusat peradaban, riset, dan pengembangan pengetahuan tentang Hindu.

Untuk mendukung target tersebut, Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Kementerian Kebudayaan, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), serta InJourney Destination Management menyelenggarakan Prambanan Shiva Festival sebagai agenda unggulan mulai 2026.

Festival itu menghadirkan beragam kegiatan spiritual dan budaya, seperti Malam Siwaratri, Festival Deepa dan Damaru, Maha Gangga Tirta Gamana, hingga berbagai ritual keagamaan yang terbuka bagi masyarakat.

Ni Luh Puspa menambahkan, pengembangan Prambanan juga memiliki peluang besar menarik wisatawan mancanegara, terutama dari negara-negara dengan populasi umat Hindu yang besar.

"Saat ini terdapat lebih dari 1,2 miliar umat Hindu yang tersebar di India, Nepal, Bangladesh, Indonesia hingga Eropa dan Amerika. Ini merupakan pasar potensial yang dapat diperkenalkan lebih jauh kepada Indonesia melalui pendekatan budaya dan pariwisata," ujarnya.

Dia menegaskan pengembangan kawasan Prambanan akan terus menjaga keseimbangan antara fungsi cagar budaya, fungsi peribadatan, dan fungsi pariwisata.

"Prinsip kami sangat jelas, yaitu menjaga keseimbangan antara fungsi cagar budaya, fungsi peribadatan, dan fungsi pariwisata," tuturnya.

Selain peningkatan amenitas, pemerintah juga memperkuat aspek edukasi melalui penyediaan pemandu, papan informasi, serta aturan kunjungan yang menekankan penghormatan terhadap kesucian kawasan Candi Prambanan.

Melalui langkah tersebut, Prambanan diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi budaya dan spiritual global yang berkelanjutan, sekaligus menjadi ruang perjumpaan yang memperkuat nilai toleransi, keberagaman, dan pelestarian warisan peradaban Hindu.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut