Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Diskon Tiket Pesawat Berlanjut hingga Juli 2026, Pemerintah Siapkan Rp472 Miliar!
Advertisement . Scroll to see content

Kemenpar Siapkan Wisata Belanja Nasional, Bidik Turis Malaysia dan Singapura

Senin, 08 Juni 2026 - 19:24:00 WIB
Kemenpar Siapkan Wisata Belanja Nasional, Bidik Turis Malaysia dan Singapura
Kemenpar menyiapkan strategi baru untuk memperkuat sektor pariwisata melalui pengembangan wisata belanja di berbagai daerah. (Foto: Ravie Wardhani)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan strategi baru untuk memperkuat sektor pariwisata melalui pengembangan wisata belanja di berbagai daerah. Langkah ini ditujukan agar Indonesia menjadi destinasi utama wisatawan mancanegara yang ingin berburu produk lokal unggulan.

Gagasan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Pusapa di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026). Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan dari negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, hingga Thailand melalui kekuatan produk lokal dan pusat perbelanjaan yang kompetitif.

Ni Luh mencontohkan, selama ini wisatawan asal Malaysia dan Singapura dikenal gemar datang ke Bandung untuk berbelanja. Ke depan, pola serupa diharapkan bisa dikembangkan di kota-kota lain sehingga wisatawan memiliki banyak pilihan destinasi belanja di Indonesia.

"Jangan hanya kita ke Malaysia mengejar produk-produk Malaysia, tapi orang Malaysia atau orang Singapura, Thailand datang ke Indonesia mengejar produk-produk unggulan dari Indonesia. Nah ini saya pikir brand-brand lokal kita harus kita gencarkan promosinya," kata Ni Luh.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian Pariwisata mendorong adanya pemetaan destinasi wisata belanja yang terintegrasi di setiap daerah. Dengan demikian, wisatawan dapat dengan mudah mengetahui lokasi-lokasi terbaik untuk berbelanja saat berkunjung ke suatu kota.

"Saya pikir kita juga perlu membuat pola perjalanan khusus wisata belanja di Indonesia. Jadi kalau datang ke Jakarta wisata belanjanya ke mana, kalau misalnya datang ke Medan wisata belanjanya ke mana, kalau misalnya datang ke Batam, Bali, wisata belanjanya ke mana," ujarnya.

Dia menilai konsep wisata belanja tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membeli produk, tetapi juga dapat dikemas menjadi atraksi wisata yang menarik. Salah satunya melalui program diskon besar-besaran yang digelar pusat perbelanjaan dan mal di berbagai daerah.

Menurut Ni Luh, promosi diskon seharusnya tidak hanya dipandang sebagai strategi ritel semata, melainkan bagian dari pengalaman wisata yang mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Kita tidak hanya jualan destinasi, tetapi kita menjual atraksi. Atraksinya apa? Diskon-diskon ini. Ini bisa jadi atraksi di mal-mal dan juga di pusat-pusat perbelanjaan kita yang ada di Indonesia," katanya.

Dia optimistis pengembangan wisata belanja dapat meningkatkan nilai belanja wisatawan selama berada di Indonesia. Peningkatan pengeluaran wisatawan tersebut diyakini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

"Mudah-mudahan bisa meningkatkan experience of spending dari wisatawan kita yang datang ke Indonesia," ucap Ni Luh.

Strategi wisata belanja ini diharapkan menjadi salah satu motor baru penggerak sektor pariwisata Indonesia, sekaligus memperkuat posisi produk lokal agar semakin dikenal dan diminati pasar internasional.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut