Berkunjung ke Masjid Assahara Jakarta Barat, Serasa di Madinah!
"Kenapa demikian? Karena kami menginginkan Masjid Assahara ini nanti banyak dikunjungi oleh masyarakat dan banyak juga jemaah-jemaah yang ingin ke sini untuk beribadah," tambah dia.
Meski demikian, keindahan tersebut tidak bisa dinikmati jemaah setiap hari. Hal itu dikarenakan pengurus masjid sudah menentukan jadwal untuk membuka payung. Roni menjelaskan, payung akan dibuka secara rutin setiap Jumat untuk pelaksanaan sholat Jumat.
"Kami tadinya hampir setiap hari, tapi sekarang kami batasi hanya hari Jumat saja. Jumat kami buka supaya nanti jemaah bisa shalat di bawah payung. Mereka menikmati keindahan payungnya. Jadi tiap hari Jumat saja kami buka," jelas Roni.
Selain hari Jumat, payung hanya aja dibuka ketika ada perayaan hari besar Islam atau acara-acara tertentu yang membutuhkan fungsi payung tersebut.
"Dan apabila ada kegiatan dari wali kota atau bapak-bapak asisten, Seko dan wali kota, wakil wali kota itu biasanya ada kegiatan masing-masing sesuai dengan permintaan beliau kami buka," sambung dia.
Keputusan tersebut dibuat lantaran payung yang kerap patah dan rusak jika terkena angin kencang atau hujan yang cukup lebat. Sehingga, demi keamanan jemaah dan pemeliharaan payung tersebut tidak bisa dibuka setiap hari.
"Alasannya karena kadang-kadang risikonya tinggi. Kalau angin kencang takutnya nanti kebawa angin. Pernah lah kemarin kami buka tiap hari, namun angin ini kencang sekali apalagi ada hujan," pungkas dia.
Editor: Muhammad Sukardi