Berkunjung ke Masjid Assahara Jakarta Barat, Serasa di Madinah!
Sementara itu, Sekretaris Yayasan Masjid Assahara, Tajudin Roni, menuturkan bahwa hadirnya payung besar di pelataran masjid memang terinspirasi dari Masjid Nabawi di Madinah. Hal tersebut juga selaras dengan tujuan dari pengurus masjid dan juga Pemkot Jakarta Barat yang ingin membuat desain masjid berbeda dari masjid pemerintah kota lainnya.
"Kami terinspirasi dari Masjid Nabawi. Kami berpikir apa salahnya kan meniru yang baik. Karena belum ada di antara setiap kantor Wali Kota itu masjid seperti ini. Jadi kami ingin mempunyai nilai lebih, sehingga nanti ada suatu perbandingan antara masjid yang lain itu sehingga masjid lain itu bisa meniru," tutur Roni.
Dengan adanya payung besar layaknya di Masjid Nabawi, membuat Masjid Assahara bisa memberikan kenyamanan ekstra bagi jemaah sekaligus menjadi ikon kebanggaan baru meski di tengah keterbatasan lahan.
"Kenapa demikian? Karena kami menginginkan Masjid Assahara ini nanti banyak dikunjungi oleh masyarakat dan banyak juga jemaah-jemaah yang ingin ke sini untuk beribadah," tambah dia.
Meski demikian, keindahan tersebut tidak bisa dinikmati jemaah setiap hari. Hal itu dikarenakan pengurus masjid sudah menentukan jadwal untuk membuka payung. Roni menjelaskan, payung akan dibuka secara rutin setiap Jumat untuk pelaksanaan sholat Jumat.
"Kami tadinya hampir setiap hari, tapi sekarang kami batasi hanya hari Jumat saja. Jumat kami buka supaya nanti jemaah bisa shalat di bawah payung. Mereka menikmati keindahan payungnya. Jadi tiap hari Jumat saja kami buka," jelas Roni.