Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Arsitektur Masjid Hidayatullah Perpaduan Gaya Betawi, Tionghoa dan Hindu
Advertisement . Scroll to see content

Indahnya Masjid Tjia Kaang Hoo dengan Arsitektur Tionghoa dan Betawi yang Megah!

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:53:00 WIB
Indahnya Masjid Tjia Kaang Hoo dengan Arsitektur Tionghoa dan Betawi yang Megah!
Masjid Tjia Kaang Hoo di Pasar Rebo, Jakarta Timur. (Foto: Niko Prayoga)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Masjid Tjia Kaang Hoo mencuri perhatian publik. Rumah ibadah ini sukses menggabungkan unsur Tionghoa dan Betawi dalam arsitekturnya. 

Di tengah bangunan megah dan deretan rumah ibadah yang terus berkembang di Jakarta, sebuah bangunan di sudut Pasar Rebo Jakarta Timur diam-diam menunjukkan eksistensinya sebagai rumah ibadah umat muslim (masjid) yang cukup unik. Masjid Tjia Kaang Hoo, rumah ibadah dengan nuansa arsitektur khas Tionghoa. 

Sekilas, masjid yang terletak di Jalan Haji Soleh Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur ini terlihat seperti kelenteng dengan warna merah dan emas yang mendominasi, serta lampion yang menggantung di sepanjang jalan menuju masjid. Namun adzan yang berkumandang menegaskan bahwa bangunan itu merupakan masjid. 

Frans (37), Pengurus DKM sekaligus Ketua Yayasan Haji Abdul Soleh mengatakan, keunikan masjid ini ada pada arsitekturnya. Jika biasanya masjid identik dengan arsitektur gaya Timur Tengah, Masjid Tjia Kaang Hoo justru menonjolkan gaya arsitektur yang mirip dengan kelenteng. Bahkan tata letak ruangan, gerbang, dan hiasan yang digunakan juga hampir mirip kelenteng.

Arsitektur Masjid Tjia Kaang Hoo memadukan arsitektur Tionghoa dan Betawi. (Foto: Niko Prayoga)
Arsitektur Masjid Tjia Kaang Hoo memadukan arsitektur Tionghoa dan Betawi. (Foto: Niko Prayoga)

Alasannya, sebagai representasi bahwa Tjia Kaang Hoo atau dikenal dengan Haji Abdul Soleh sebagai pendiri masjid dulunya beragama Konghuchu. Ia kemudian menjadi mualaf dan menyebarkan agama Islam dengan membentuk majelis taklim di rumahnya yang sekarang ini menjadi Masjid Tjia Kaang Hoo.

"Jadi untuk arsitekturnya, ini berbentuk agak seperti kelenteng. Nah, kenapa seperti kelenteng? Karena awal mula di sinilah mengingat sejarah daripada almarhum Haji Abdul Soleh atau Tjia Kaang Hoo ini pada saat belum memeluk agama Islam atau belum mualaf, beliau ini keyakinannya bukan Islam sehingga kami abadikan dalam sebuah bangunan," kata Frans saat diwawancarai di Masid Tjia Kaang Hoo, Rabu (25/2/2026).

Namun jika diperhatikan lebih detail, arsitektur masjid ini ternyata merupakan perpaduan antara arsitektur Islam, Betawi dan Tionghoa. Hal itu dapat dilihat dari hiasan gigi balang khas Betawi yang terpasang di bagian luar masjid dengan sangat rapi dan presisi. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut