Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bea Cukai Malang Gagalkan Peredaran 84.000 Batang Rokok Ilegal, 1 Orang Ditangkap
Advertisement . Scroll to see content

Unggahan Pamer Kemewahan Eko Darmanto Tak Cerminkan Semua Pegawai Bea Cukai Yogyakarta

Jumat, 03 Maret 2023 - 10:03:00 WIB
Unggahan Pamer Kemewahan Eko Darmanto Tak Cerminkan Semua Pegawai Bea Cukai Yogyakarta
Kepala Bea Cukai Yogyakarta, Eko Darmanto (kiri). (Foto: bcyogyakarta.beacukai.go.id)
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id - Kantor Bea CukaiYogyakarta secara rutin melakukan pembinaan dan pengawasan terkait kepatutan gaya hidup pegawai, termasuk melarang pamer kekayaan di media sosial (medsos).  Apa yang dilakukan Eko Darmanto dengan pamer kemewahan di medsos disebut tak mencerminkan seluruh pegawai.

Pelaksana harian (Plh) Kepala Bea Cukai Yogyakarta Turanto Sih Wardoyo mengatakan pihaknya sudah sering mengingatkan ke pegawai terkait kode etik dan aturan berperilaku ASN ini. "Kami sudah sering kali menyampaikan ke pegawai bahwa ketika seseorang menjadi ASN dia harus ikhlas dan sadar bahwa dia terikat dengan aturan, termasuk (menghindari) 'flexing', gaya hidup mewah. Kalau mau gaya hidup mewah jangan jadi ASN," ujarnya saat ditemui di Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Kamis (3/3/2023).

Menurutnya kode etik atau aturan berperilaku pegawai Bea Cukai Yogyakarta selalu melekat termasuk di luar jam kerja. "Kami sudah punya panduan untuk bijak bermedia sosial. Aturan itu sudah ada, sudah diterbitkan dari kantor pusat. Tinggal penerapannya saja," ucapnya.

Turanto menyebut, kasus unggahan foto pamer kekayaan seperti yang dilakukan Kepala Non-aktif Kantor Bea Cukai Yogyakarta Eko Darmanto tak mewakili sikap seluruh pegawai. 

Para pegawai di Kantor Bea Cukai Yogyakarta menurut Turanto itu tidak memiliki klub motor gede (moge) atau pun komunitas lain yang selama ini dianggap berkonotasi negatif.

"Masyarakat sudah makin dewasa. Kalau ada kekecewaan wajar, tapi bisa membedakan. Kalau bisa itu disebut oknum tidak mewakili institusi. Masyarakat bisa melihat sendiri, para pengguna jasa (bea cukai) juga bisa merasakan," kata Turanto.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut