Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 20 Orang Tewas di Papua, Menteri HAM: Butuh Keputusan Politik Tingkat Tinggi Atasi Konflik
Advertisement . Scroll to see content

Komnas HAM Tindaklanjuti Aduan Warga Korban Proyek Bandara NYIA

Jumat, 27 Juli 2018 - 03:10:00 WIB
Komnas HAM Tindaklanjuti Aduan Warga Korban Proyek Bandara NYIA
Tim Komnas HAM menemui warga korban gusuran proyek bandara baru Yogyakarta (NYIA) di Temon, Kulonprogo, Kamis (26/7/2018). (Foto: iNews.id/Kuntadi)
Advertisement . Scroll to see content

KULONPROGO, iNews.id - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kembali turun ke Kulonprogo untuk menindaklanjuti aduan masyarakat terkait proses pengadaan lahan proyek bandara baru Yogyakarta (New Yogyakarta International Airport/NYIA).

Tidak hanya menemui warga penolak bandara, perwakilan dari Komnas HAM juga menemui Pemda DIY, Pemkab Kulonprogo, PT Angkasa Pura I dan sejumlah instansi lain yang terlibat dalam proses pengadaan lahan dan pengosongan lahan bandara di Temon, Kulonprogo. "Kita turun untuk melihat regulasi dan penanganan kasus dalam pengadaan lahan," kata anggota tim Komnas HAM, Agus Kuntoro di Temon, Kamis (26/7/2018).

Selain Agus, tim Komnas HAM yang turun melakukan investigasi di antaranya peneliti Komnas HAM Indah Wati dan Imelda Saragih, serta beberapa asisten yang lain. Mereka melakukan pertemuan di Masjid Al Hidayah Palihan, Temon yang menjadi basecamp warga penolak bandara.

Agus mengatakan, Komnas HAM sudah banyak mendapatkan aduan dalam proses pengadaan lahan. Mereka turun untuk meng-update permasalahan yang ada. Termasuk melihat tindaklanjut dari para pemangku kepentingan terhadap rekomendasi yang sudah diberikan sebelumnya. 

Menurut Agus, sejak awal kasus di Kulonprogo ini sudah dipantau. Komnas HAM juga telah merekomendasikan kepada pemerintah untuk melakukan negosiasi. Semua pihak harus bisa menahan agar tidak ada kekerangan. "Semuanya harus menahan, jangan sampai ada kekerasan," tandas Agus. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut