Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kecelakaan Beruntun 3 Kendaraan di Tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi, 2 Orang Luka-Luka
Advertisement . Scroll to see content

Warga Resah terkait Alat Rapid Test Bekas di Bandara Kualanamu, Kimia Farma Enggan Minta Maaf

Rabu, 28 April 2021 - 18:58:00 WIB
Warga Resah terkait Alat Rapid Test Bekas di Bandara Kualanamu, Kimia Farma Enggan Minta Maaf
Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, Adil Fadilah Bulqini saat menggelar konferensi pers bersama PT Angkasa Pura II di Bandara Kualanamu, Kamis (28/4/2021). (Foto: Okezone/Wahyudi Aulia Siregar)
Advertisement . Scroll to see content

DELISERDANG, iNews.id - Penggerebekan layanan rapid test antigen di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA), Deliserdang, yang diduga menggunakan alat bekas, membuat warga resah. Namun, PT Kimia Farma Diagnostika selaku pengelola layanan masih enggan meminta maaf terkait temuan Polda Sumatra Utara (Sumut) pada Selasa, 27 April 2021 kemarin. 

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, Adil Fadilah Bulqini saat menggelar konferensi pers bersama PT Angkasa Pura II di Bandara Kualanamu, Rabu (28/4/2021). 

"(Soal permintaan maaf), saya pikir belum ya. Karena kan ini masih dugaan. Kecuali nanti kalau sudah terbukti," kata Adil. 

Adil memahami jika masyarakat resah dengan apa yang ditudingkan Polri ke layanan mereka di Bandara Kualanamu. Namun, dia meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan Polisi terkait dugaan penggunaan alat tes cepat Covid-19 bekas pakai itu. 

"Kita tunggu dulu hasil penyelidikan polisi," ujarnya.

Adil mengaku, praktik penggunaan peralatan rapid test palsu seperti yang ditudingkan Polda Sumut atas layanan mereka, murni merupakan permainan oknum. Mereka pun memastikan layanan serupa di empat bandara lain, berjalan baik seperti SOP yang sudah mereka tetapkan. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut