Komisi Informasi Minta Polisi Terbuka Soal Kasus Mobil Berpelat Palsu Konjen Rusia
"Polri harus mengutamakan tranparansi dan keterbukaan informasi publik. Artinya, terkait persoalan adanya 4 unit mobil mewah yang menggunakan plat CC (Konsulat) oleh seorang dokter berinisial FN yang mengaku perwakilan Rusia di Medan. Tabir kejahatan dibalik perkara ini harus dibuka ke pubilk oleh polisi," ucapnya, Kasus pemalsuan pelat mobil diplomatik Kedutaan Besar Rusia itu, terungkap setelah Satreskrim Polrestabes Medan mengamankan 4 unit mobil yang menggunakan plat CC yang diduga palsu. Mobil itu dikuasai seorang dokter berinisial FN.
Belakangan Polisi memulangkan dua mobil berpelat diplomatik itu dan yanta mengenakannya dengan sanksi tilang. Sementara dua lainnya masih disita untuk kepentingan penyelidikan.
Setelah mobil dipulangkan, dokter FN si pemilik mobil justru meyebut dirinya sebagai Konsul Kehormatan Rusia di Medan dan berhak atas pelat diplomatik tersebut. Namun Pemerintah Federasi Rusia melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta menyebut pihaknya tak memiliki kantor perwakilan atau konsulat di Medan.
Dokter MFN pun kemudian tersangka. Ia bahkan sempat diburon hingga ke Jakarta. Namun ada kabar menyebut dokter MFN telah menyerahkan diri, namun tak jadi ditahan polisi.
Editor: Stepanus Purba_block