Air Mata Sandiwara
Zuraidah Hanum berlinang air mata saat mayat suaminya ditemukan. Dengan pakaian berkabung, dia beberapa kali tersorot kamera nyaris pingsan karena terlarut dalam kesedihan. Dia bahkan sempat meminta kepada polisi agar mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan suaminya.
Namun siapa sangka, semua air mata itu hanyalah tipu muslihat untuk menutupi fakta sebenarnya dia sebagai otak pembunuhan sadis tersebut. Penyidik yang sedari awal menduga pembunuh merupakan orang dekat korban akhirnya menetapkan Zuraida sebagai tersangka setelah menaikkan statusnya dari saksi.
Perselingkuhan
Dalam persidangan, Zuraidah Hanum menyampaikan dia membunuh suaminya karena tidak tahan terus disakiti perasaan maupn fisik. Terdakwa mengaku sering diperlakukan kasar.
"Suami saya, Jamaluddin itu, juga pernah menganiaya saat sedang hamil, dan melukai bagian muka saya dengan benda tajam," ujar terdakwa Zuraida dalam persidangan lanjutan kasus pembunuhan hakim Jamaluddin di PN Medan, Jumat (15/5/2020).
Terdakwa menyebutkan, Jamaluddin juga telah mengkhianatinya dan memiliki perempuan lain. Hal itu membuatnya semakin benci dan menaruh dendam terhadap korban yang yang tidak lagi menyayangi dirinya.