Gaji Dipotong, Tenaga Honorer Desak Polisi Tangkap Bupati Simalungun
MEDAN, iNews,id - Ratusan tenaga honorer yang tergabung dalam Forum Honorer Simalungun Bersatu (FHSB) berunjuk rasa di Kantor Mapolda Sumatera Utara (Sumut), Kamis (29/11/2018).
FHSB ini terdiri atas pegawai kesehatan, kedinasan hingga guru sekolah. Mereka mendesak polisi segera menangkap Bupati Simalungun Jopinus Ramli (JR) Saragih karena diduga telah memotong gaji mereka selama enam bulan.
Mereka juga kecewa dipimpin bupati yang kini jadi tersangka kasus dugaan pemalsuan ijazah saat Pilkada 2018 lalu. "Kami tidak mau dipimpin bupati tersangka," kata Koordinator aksi, Ganda Armando Saragih.
Tak hanya itu, kata dia, massa juga menuding bahwa JR saragih juga memperlakukan para tenaga honorer Pemkab Simalungun secara sewenang-wenang karena kerap memotong gaji hingga 50 persen. "Gaji kami yang semula Rp2 juta kini hanya Rp1 juta. Pemotongan ini sudah terjadi selama enam bulan terakhir," ungkap Ganda.
Dia mengatakan, aksi serupa sebelumnya sudah pernah mereka lakukan hingga lima kali di Pemkab Simalungun namun selalu mendapat jawaban yang mengecewakan. "Alasan mereka tidak masuk akal. Gaji kami dipotong karena Pemkab Simalungun tidak berhasil memenuhi target PAD yang sudah dicanangkan," ujar Ganda.