"Aku cuma nengok orang aja. Ini juga menjadi iktibar bagi diriku. Supaya jangan terjadi bagi diriku. Supaya aku jangan salah, itu aja. Aku kan harus belajar terhadap kesalahan kan," ujarnya.
Namun suasana berubah menjadi tegang saat salah satu wartawan menanyakan kehadiran Akhyar di persidangan bagian dari jam kerja atau bukan. Dia menanggapi dingin pertanyaan tersebut dan raut mukanya berubah.
"Kau kerja kan? Ya udah sama-sama kerja kita," katanya kepada wartawan.
Akhyar menegaskan, kedatangannya di persidangan bagian dari belajar agar ke depan tidak berbuat kesalahan serupa.
"Aku kan belajar juga, supaya jangan salah. Itu ya, itu termasuk bagian dari kerja, iya ini jam kerja," ucapnya dengan nada tinggi.
Karena situasi tak kondusif, dua ajudan tampak coba menenangkan situasi dan membawa Akhyar meninggalkan wartawan. Namun plt wali kota tampak masih menyimpan amarah dan berjalan mundur sambil mencari wartawan tersebut dengan sorot mata tajam.
"Kenapa kau tanya itu," tuturnya sambil meninggalkan PN Medan menuju Kantor Wali Kota Medan di Jalan Raden Saleh.
Editor: Donald Karouw