2 dari Sumsel, 25 Calon Tunggal Dipastikan Menang Lawan Kotak Kosong
Ia menambahkan, dengan terbentuknya koalisi besar (oversize), maka tidak ada lagi partai oposisi di daerah. Koalisi yang sangat besar dan bisa mengakibatkan nantinya tidak ada lagi komposisi partai oposisi di DPRD sebagai penyeimbang sekaligus fungi kontrol. Itu karena semua partai bergabung menjadi satu dan menyokong petahana atau calon tunggal.
“Bisa saja nantinya pemerintahan daerah model seperti itu cenderung antikritik dan tidak ada alternatif sumbangsih oposisi karena semua bergabung dalam satu kekuatan,” katanya.
Terpiusah, paslon petahana Popo Ali – Sholehien (PAS) mengklaim kemenangan pada Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten OKU Selatan, Sumatra Selatan (Sumsel). Klaim paslon tunggal ini berdasarkan real count tim pemenangan dan hasil hitungan sementara KPU. Hitung cepat tim hingga tadi malam dengan suara masuk hingga 96,18 persen dari 893 TPS di 19 kecamatan, paslon petahana meraih 209.879 suara dan kotak kosong 8.330 suara.
Begitupun hitung cepat di pilkada2020.kpu.go.id yang dilihat iNews.id pada Kamis pagi (10/12/2020), dengan 56,44 persen suara masuk, petahana unggul hingga 95,9 persen dari kotak kosong yang kebagian 4,1 persen.
Calon Bupati OKU Selatan Popo Ali berterima kasih kepada pemilih yang telah berpartisipasi sehingga pihaknya mampu meraih kemenangan melebihi target yakni 93 persen. “Ini kerja keras di 19 kecamatan 252 desa dan tujuh kelurahan,” katanya, Kamis (10/12/2020).
Paslon petahana Kuryana Aziz-Johan Anuar juga unggul dalam penghitungan sementara KPU untuk Pilkada di OKU. Berdasarkan foto C1 Plano KPPS di 500 dari 725 TPS, paslon tunggal ini unggul 65 persen dari kolom atau kotak kosong. "Tapi ini belum data real, itu kami dapat data foto C1 plano dari petugas dilapangan saat ini Kuryana dan Johan lebih unggul dari kolom kosong," kata Ketua KPU OKU Naning Wijaya, Kamis (10/12/2020).
Editor: Berli Zulkanedi