Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pertempuran Tegal dan Cilacap, Jejak Perlawanan ALRI Terhadap Agresi Militer Belanda 1947
Advertisement . Scroll to see content

Sejarah Kerajaan Buton yang Disegani Belanda, Rakyatnya Tak Pernah Kerja Paksa

Jumat, 06 Januari 2023 - 15:15:00 WIB
Sejarah Kerajaan Buton yang Disegani Belanda, Rakyatnya Tak Pernah Kerja Paksa
Salah satu bagian dari benteng Kesultanan Buton yang merupakan benteng terluas di dunia. (Foto : Kemdikbud)
Advertisement . Scroll to see content

Sultan Buton pun dianugerahi gelar Khalifatul Khamis oleh Khalifa Otsmaniah, gelar yang umum digunakan oleh para sultan dalam jaringan kekhalifahan Otsmaniah. 

Artinya, Khilafa Islamiyah di Turki-Istanbul (Kesultanan Otsmaniah) sebagai pusat pemerintahan Islam mengakui kedaulatan Kesultanan Buton yang menjalankan secara penuh syariat Islam dalam pemerintahan.

Kesultanan Buton terletak di pulau yang strategis dengan jalur pelayaran rempah-rempah di kawasan timur nusantara. Di masa lampau tersebut, bangsa Portugis dan Belanda sudah masuk ke Indonesia sejak tahun 1600-an, namun keduanya tak pernah menjajah Kesultanan Buton.

Rakyat dari Kesultanan Buton juga tidak pernah sekalipun mengalami kerja paksa. Para penjajah segan dan justru menjalin hubungan baik untuk mendapatkan rempah-rempah.

Kesultanan Buton lalu membangun benteng pertahanan. Bangunan tersebut kini menjadi benteng terluas di dunia yang dibuat tahun 1634 pada masa pemerintahan Sultan La Buke dengan panjang 2.740 meter. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut