Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Hari Ini Magnitudo 3,9 Guncang Luwu Utara, Terasa hingga Poso
Advertisement . Scroll to see content

Raymond Pierre Paul Westerling, Pembantai Rakyat Sulawesi Selatan pada Masa Kolonial Belanda

Kamis, 29 September 2022 - 20:08:00 WIB
Raymond Pierre Paul Westerling, Pembantai Rakyat Sulawesi Selatan pada Masa Kolonial Belanda
Raymond Pierre Paul Westerling, pembantai rakyat sulawesi selatan pada masa kolonial belanda (Foto: nimh-beeldbank.defensie.nl)
Advertisement . Scroll to see content

Sesampainya di Batua, 35 orang dieksekusi oleh DST. Tak berhenti di situ, Westerling juga merambah ke Bolomboddong, Tanjung Bunga, Kalukuang, hingga Suppa untuk membantai orang-orang yang dianggap ekstremis.

Cara eksekusi yang dilakukan oleh Westerling pun terbilang sangat kejam. Pasalnya, orang-orang yang dianggap ekstremis akan ditembak dan dipertontonkan di depan masyarakat.

Usai Makassar dan sekitarnya dibabat habis, DST juga merambah ke Bulukumba, Sinjai. Pare-Pare, hingga ke Sulawesi Barat. Dari peristiwa mengerikan yang berlangsung selama sekitar 3 bulan tersebut, sebanyak 40.000 jiwa telah gugur.

Belanda minta maaf dan membayar kompensasi

Setelah lebih dari 70 tahun berlalu, Raja Belanda Willem Alexander meminta maaf atas terjadinya pembantaian tersebut. Hal itu ia sampaikan dalam pidatonya saat melakukan kunjungan kenegaraan di Indonesia pada 2020 silam.

Tak hanya itu, tentara kolonial Belanda juga dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Distrik Den Haag atas terbunuhnya 11 orang di Sulawesi Selatan. Karena hal tersebut, Kerajaan Belanda diwajibkan membayar ganti rugi kepada 12 orang anggota keluarga korban.

Total ganti rugi yang harus dibayarkan pada masing-masing anggota keluarga korban adalah sebesar 10 ribu sampai 123 ribu Euro atau setara dengan Rp177 juta hingga Rp2,1 miliar.

Editor: Komaruddin Bagja

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut