Pahlawan Nasional dari Papua, Diabadikan Dalam Mata Uang dan Nama Kapal Perang
Penandatanganan perjanjian tersebut, Irian Barat resmi bergabung ke dalam bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Silas Papare kemudian diangkat menjadi pahlawan nasional dengan keputusan SK Nomor 077/TK/1993 dan resmi diberikan gelar pahlawan nasional pada 14 September 1993.
Salah satu pahlawan nasional yang berasal dari Papua, yakni Frans Kaisiepo. Gambar wajahnya terpampang pada mata uang pecahan Rp10.000.
Frans Kaisiepo lahir di Biak pada 10 Oktober 1921 dan merupakan aktivis muda pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah Papua. Menjelang tiga hari kemerdekaan Republik Indonesia, Frans Kaisiepo mengajak pemuda-pemudi setempat untuk menyetel lagu Indonesia Raya di Kampung Harapan Jayapura pada 14 Agustus 1945.
Kemudian, pada 31 Agustus 1945, Frans Kaisiepo mengibarkan bendera Merah Putih untuk yang pertama kalinya dan melaksanakan upacara bendera dengan iringan lagu Indonesia Raya. Frans Kaisiepo juga pernah menjabat sebagai Gubernur Papua pada 1964-1973.
Frans Kaisiepo meninggal dunia pada 10 April 1979 di usia 57 tahun dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cenderawasih, Kota Jayapura. Untuk mengenang jasanya, nama Frans Kaisiepo diabadikan menjadi nama bandar udara di Biak dan dijadikan sebagai salah satu nama Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), yakni KRI Frans Kaisiepo.