Kunjungi Lapter Ekstrim Distrik Doufo, Bupati Puncak Pastikan Tingkatkan Lapter 2022
Salah satu warga Distrik Doufo bernama Daniel mengatakan bahwa warga setempat sudah lama sekali merindukan lapangan terbang yang diaspal, sehingga pesawat tidak ragu masuk di daerah ini. Menurutnya dampak dari landasan pacu yang masih belum diaspal, membuat pesawat jarang masuk di distrik ini.
“Landasan mungkin tidak bagus, jadi pesawat tidak mau datang ke sini. Kami sudah lama merindukan lapangan terbang diaspal, kami harap Bapak Bupati sudah datang,sudah liat sendiri, kalau bisa segera bangun lapangan terbang ini, biar pesawat banyak masuk ke sini,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Willem Wandik ketika mengunjungi lapangan terbang Distrik Doufo, mengatakan akan secepatnya mengirim tim konsultan perencana untuk melihat kondisi lapangan terbang ini. Menurutnya ini merupakan lapangan terbang yang kelak menjadi sentral peningkatan ekonomi bagi masyarakat di daereah sekitar sungai Mamberamo ini.
“Kami akan berupaya membangun lapter ini. Tahun ini tim konsultan masuk, tahun depan kami mulai kerja. Apalagi bahan bangunan, bisa diambil melalui sungai. Dari Kasonaweja, Ibu Kota Mamberamo Raya diangkut ke sini, biaya juga murah, tidak seperti kami bangun di wilayah pegunungan,” tuturnya.
Untuk diketahui, lapangan terbang di distrik ini, dibangun oleh para misionaris tahun 1950-an. Karena belum diaspal landasan pacunya, sehingga pesawat jarang masuk di daerah ini. Beruntungnya sejak 2017 lalu, pemerintah pusat melalui Program tol udara, dibuka seminggu sekali penerbangan ke distrik ini, untuk mengangkut kebutuhan ekonomi.
“Daerah ini daerah aman, damai jika landasan sudah bagus, saya yakin pesawat ramai masuk di sini. Sehingga ada peningkatan ekonomi untuk warga sekitar sungai Memberamo, apalagi daerah ini direncanakan menjadi daerah otonom baru pusat pemekaran Kabupaten lembah Roufayer,” tuturnya.
(CM)
Editor: Rizqa Leony Putri