Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pilu! 5 Korban Tewas Ledakan Bom PD II di Biak Dimakamkan dalam Satu Liang Lahat
Advertisement . Scroll to see content

Kunjungi Lapter Ekstrim Distrik Doufo, Bupati Puncak Pastikan Tingkatkan Lapter 2022

Jumat, 03 September 2021 - 16:17:00 WIB
Kunjungi Lapter Ekstrim Distrik Doufo, Bupati Puncak Pastikan Tingkatkan Lapter 2022
Kondisi Landasan Pacu Lapter Doufo yang masih belum diaspal saat dikunjungi oleh Bupati Puncak Willem Wandik untuk melihat kondisi lapter ini beberapa waktu lalu. (Foto: dok Pemkab Puncak)
Advertisement . Scroll to see content

Seperti yang disampaikan Captain Jesse baker, pilot asal Selandia baru, yang membawa pesawat Cesna Grand Caravan milik Pemkab Puncak, saat mengantar Bupati ke Distrik Doufo.

“Kita harus hati-hati di lapangan terbang ini,karena lapangan terbang masih belum bagus,apalagi di kelilingi oleh sungai Memberamo. Kami berharap sekali ada pembangunan lapangan terbang ini,biar lebih bagus untuk didarati pesawat,” katanya.

Direktur PT Aviation Puncak Papua di bawah naungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemda Puncak Semuel Resubun mengatakan, salah satu penyebab lapangan terbang di Papua sangat ekstrim, karena berada ada lapangan terbang yang berada di atas gunung,lembah. Selain itu, fasilitas lapangan terbang juga sangat minim. 

Di daerah tersebut, ungkap Semuel, kondisi cuacanya tidak bisa diprediksi, bisa berubah setiap saat. Sehingga untuk menjadi pilot di Papua, ungkap dia memang membutuhkan kemampuan khusus atau visual. Ia harus mampu membaca tanda alam maupun cuaca, sehingga mampu mengendalikan pesawat tetap terbang pada jalurnya.

“Sebelum kami menerima kapten pilot itu bekerja di kami, biasanya lami cek dulu mereka (pilot) Apakah sudah mengusai medan di Papua, masuk keluar di landasan yang sulit, kami biasanya ada pendampingan dari instruktur berkali-kali. Jika kami nilai sudah siap baru bisa dilepas. Jadi bukan saja melihat dari persyaratan penerbang, namun harus lebih memiliki kemampuan khusus lagi. Apalagi sebagian besar lapangan perintis di pedalaman Papua tidak begitu dilengkapi fasilitas pendukung,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut