Cerita Jenderal TNI Pernah Kecewa Berat Dimutasi, Cita-Citanya Jadi Prajurit Hebat Kopassus Gagal
“Rentetan pertanyaan itu berlalu tanpa jawaban. Bagaimana pun, itu adalah instruksi pimpinan. Saya harus patuh dan berangkat,” kata Kiki.
Kiki memenuhi tugas barunya pada Desember 1974. Dia berangkat dari Kupang ke Waingapu untuk mengikuti penataran selama dua minggu, sebelum akhirnya ke Atambua.
Belakangan, Kiki mengaku merasakan berkah atas pemindahan tugasnya dari Waingapu ke Atambua. Meski sempat merasa kecewa karena tidak bisa mencapai cita-citanya menjadi prajurit hebat Kopassus, Kiki mengaku mendapat pengalaman berharga atas mutasi tersebut.
“Tugas ini di luar perkiraan saya. Ternyata ini membuka kesempatan berharga bagi saya, seorang perwira muda Kodam Udayana yang ditugaskan nun jauh di pelosok Pulau Timor untuk dapat bertemu dan berkenalan dengan tokoh-tokoh militer dari Jakarta,” kata Kiki.
Dia pun menyebut tokoh-tokoh militer tersebut, para petinggi Bakin dan Intelstrat, perwira-perwira Kopassandha atau Kopassus. Mereka di antaranya, Mayjen TNI Benny Moerdani yang saat itu menjabat Asistel Hankam dan menjadi mastermind operasi. Kemudian, Brigjen TNI Soeweno, Panglima Kogasgab Seroja, Kolonel Dading Kalbuadi dari Kopassandha, Kolonel Sugianto dari Bakin dan Letkol Agus Hernoto dari Intelsrat.