Cerita Jenderal TNI Pernah Kecewa Berat Dimutasi, Cita-Citanya Jadi Prajurit Hebat Kopassus Gagal
"Kami ditempa menjadi taruna yang teguh dalam disiplin, loyalitas, jiwa korsa, pengabdian, pengorbanan, kejuangan, dan sikap pantang menyerah sebagai prajurit saptamargais," kata Kiki Syahnakri yang lahir di Karawang pada 22 April 1947.
Tibalah giliran Kiki di hadapan Gubernur Akabri. Dengan sorot mata yang tajam, Sarwo Edhie menyerahkan ijazah dan surat perintah kepada Kiki.
"Detik berikutnya, dia menjabat erat tangan saya seraya berujar," Selamat Letnan, Anda menjadi komandan peleton tempur di Kodam Udayana. Laksanakan tugasmu dengan baik!," kata Sarwo Edhie.
"Siap jenderal," jawab Kiki.
Kebahagiaan Kiki menyeruak dan memuncak ketika membuka surat perintah untuknya. Pada kolom jabatan disebutkan, dia ditempatkan sebagai komandan peleton tempur di Kodam XVI/Udayana.
"Saya benar-benar bangga menjadi prajurit TNI, perwira infanteri, to be a combatant soldier. Ini cita-cita yang telah saya pupuk sejak kecil,” kata Kiki.