Cerita Jenderal TNI Pernah Kecewa Berat Dimutasi, Cita-Citanya Jadi Prajurit Hebat Kopassus Gagal
Semua terasa sesuai rencananya. Namun, pada akhir 1974, Kiki merasa jalan menuju cita-citanya terusik dan pupus. Dia menyebutnya sebagai entakan kecil yang kurang menyenangkan dalam karier ketentaraannya.
Kiki mendapat tugas baru. Dia dipindahkan ke Komando Distrik Militer (Kodim) Atambua, yang terletak di Pulau Timor, tidak jauh dari perbatasan Indonesia dan Timor Portugis.
“Spontan saya kecewa. Bagi saya berdinas di kodim berarti siap mengemban tugas di satuan teritorial, bukan satuan tempur. Ini tentu saja jauh bergeser dari impian saya untuk berkiprah di satuan tempur. Karena itulah mutasi itu terasa menyesakkan dan sulit diterima,” katanya.
Saat itu, untuk sejenak, kebanggaan yang meletup-letup selama bergabung di satuan tempur di Pulau Sumba hilang. Dia merasakan ketidaksenangan menyeruak dalam dirinya.
Pertanyaan demi pertanyaan pun mengalir di benaknya. Mengapa mutasi itu datang sedemikian cepatnya? Mengapa dia harus digeser dari satuan tempur ke satuan teritorial? Dia bahkan sempat berpikir, apakah dirinya dinilai tidak mampu membuktikan yang terbaik di satuan tempur?