Aktivis Muda Papua Kritisi Pemerintah Tangani Kerusuhan di Papua
Sekarang, pola itu kembali dilakukan dalam menghadapi reaksi orang Papua menentang rasisme.
"Beberapa orang Papua, eks menteri, dan legislatif Papua, politisi dan pemuda, dikumpulkan, lalu di opinikan sebagai tokoh macam-macam. Seolah-olah, dengan menonjolkan tim bayangan tersebut, rakyat Papua percaya dan selesai masalahnya," ujar Arki.
Dia menjelaskan, Bendera Bintang Kejora dikibarkan bukan hanya di Istana, hampir semua aksi demo protes yang dilakukan orang Papua melawan rasisme, mereka membawa bendera tersebut. Di Papua maupun Papua barat.
Kenapa mereka membawa bendera? Itulah ekspresi bahwa harga diri orang Papua tidak bisa dilecehkan.
"Saya pikir, orang lagi marah atau jengkel, apalagi dilakukan oleh oknum aparat TNI berseragam, itu keterlaluan," ucapnya.
Seharusnya, kata dia, pemerintah jangan reaktif dengan simbol simbol belaka, sebab simbol bukan solusi mensejahterakan rakyat Papua.
Pemerintah seharusnya mengesampingkan nasionalisme simbol dan mengedepankan nasionalisme kebangsaan, sebangsa dan se-Tanah Air, masyarakat adil dan makmur. "Fokus ke sana saja ketimbang pusing urusan simbol," ucapnya.
Editor: Kastolani Marzuki