Sederet Fakta Menarik Kota Singkawang, Raih Predikat Kota Paling Toleran
Masyarakat Singkawang pun tidak patah semangat. Mereka kembali mengusulkan pembentukan Kotamadya Tingkat II untuk Kota Singkawang. Baru kemudian pada tanggal 17 Oktober 2001, Singkawang resmi menjadi Kotamadya Tingkat II. Pembentukan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Singkawang.

Kota Singkawang mempunyai sejumlah destinasi wisata unggulan yang dapat dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Tempat wisata di Singkawang antara lain Pantai Pasir Panjang, Sinka Island Park, Sinka Zoo, Taman Bukit Bougenville, Taman Chidayu. Kemudian Taman Teratai Indah, Pasar Hong Kong, Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Danau Biru, dan Masjid Raya Singkawang. Selain itu, pada perayaan Cap Go Meh atau penutupan perayaan Tahun Baru Imlek, tepatnya di hari ke-15 di Singkawang juga sangat meriah.
Kota Singkawang di Kalimantan Barat dikenal memiliki arsitektur khas oriental. Sejumlah rumah bergambar naga dan bangunan kelenteng, rumah ibadah warga keturunan Tionghoa, menunjuk tegas siapa pemiliknya. Ini tak heran karena sekitar 42 persen penduduknya merupakan warga etnis Cina atau Tionghoa.
Masyarakat Tionghoa, khususnya etnis Hakka, adalah penyebar kepercayaan konfusianisme di sana. Hal ini tergambar dari banyaknya kelenteng yang tersebar di Kota Singkawang. Tak heran jika Kota Singkawang juga dijuluki dengan Kota Seribu Kelenteng.
Salah satu dari deretan klenteng yang terletak di tengah kota ini adalah Vihara Tridharma Bumi Raya. Umur klenteng ini diperkirakan sekitar 200 tahun. Selain itu, ada pula pekong atau kelenteng Surga Neraka yang terletak sekitar 12 kilometer dari Singkawang. Pekong ini terletak di sebuah bukit yang membuat pengunjung bisa menikmati pemandangan kota yang dikelilingi laut dan hutan.