Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak Pascamelahirkan, Tukang Sayur di Banyuwangi Jadi Pemburu Bumil
BANYUWANGI, iNews.id - Langit masih gelap. Udara dingin terasa menusuk kulit. Warga berlalu lalang mengenakan jaket menyelimuti badannya, topi kupluk menutupi kepala. Kedua tangannya menenteng kantung plastik berisi sayuran segar, sambil mengelilingi pedagang di Pasar Sumber Wadung, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim).
"Angka kematian ibu dan anak pascamelahirkan tinggi. Karena kebanyakan dari mereka enggan memeriksakan kandungan secara berkala," kata Khusnul Khotimah (47), seorang pedagang sayur yang juga menjadi koordinator Pemburu Bumil Resti, di Desa Panjen, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Jatim, Selasa (1/10/2019).

Penjual sayur yang menjadi Tim Pemburu Bumil Resti bersiap berdagang keliling. (Foto: iNews.id/AM Ikhbal).
Perempuan asal Desa Jambewangi ini setiap pagi selalu rutin mengecek kondisi kesehatan ibu hamil di tiga wilayah, di antaranya Desa Tugung, Panjen dan Jambewangi. Bila menemukan perempuan yang baru terdeteksi hamil, dia lantas mengambil foto ibu tersebut, meminta identitas dan menanyakan keluhannya.
Menurut dia, tak harus yang berisiko tinggi. Kadang perlu juga deteksi dini yakni dengan mengedukasi ibu hamil muda untuk menjaga kesehatan dan berhat-hati saat melakukan aktivitas.