Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak Pascamelahirkan, Tukang Sayur di Banyuwangi Jadi Pemburu Bumil
"Kalau yang berisiko tinggi itu, misal usianya sudah di atas 35 tahun atau di bawah 20 tahun. Atau jarak kehamilannya dengan anak sebelumnya terlalu dekat, ini yang memang kami minta mawas diri," ujar dia.
Tim Pemburu Bumil Resti yang dibentuk tiga tahun lalu, bersamaan dengan Laskar Sakina, bertujuan untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak pascamelahirkan. Hasilnya, pada 2018 hingga pertengahan tahun ini lalu tidak ada warga di Kecamatan Sempu yang meninggal dunia usai proses persalinan.

Koordinator Pemburu Bumil Resti, Khusnusl Khotimah, mendata warga di Desa Panjen yang sedang hamil muda. (Foto: iNews.id/AM Ikhbal).
"Kalau kami tugasnya mencari dan mendata bumil. Nanti tugas kami bersinergi dengan Laskar Sakina yang berperan mendatangi warga hamil tersebut, lalu memberikan penyuluhan dan pemeriksaan kandungan," katanya.
Sistemnya "jemput bola" untuk warga yang memang terkendala mendatangi puskesmas. Umumnya karena masalah jarak jauh, akses sulit dijangkau, atau mereka yang benar-benar tergolong urgent untuk didatangi oleh tim.