Syahwat Bejat Pelatih Menembak di Surabaya, Lecehkan Atlet di Bawah Umur Berulang Kali
Ayah korban, Jefry Prawitama menceritakan kronologi memilukan yang menimpa putrinya tersebut.
"Kejadiannya selama puasa tahun ini. Pelecehan itu dilakukan si pelatih di area lapangan Perbakin Surabaya. Bahkan, pelaku sempat memanfaatkan kondisi hujan untuk mengajak anak saya berteduh dalam mobil. Di sana, pelaku juga melakukan aksi pelecehan," ujar Jefry, Selasa (30/6/2026).
Akibat serangkaian tindakan tersebut, korban kini mengalami guncangan psikologis atau trauma berat. Korban memutuskan untuk tidak mau lagi mengikuti latihan menembak dan menolak keras menyentuh pistol yang biasanya dia rawat setiap hari.
"Sekarang anak saya nggak mau lagi ikut latihan, sudah trauma. Yang biasanya merawat, ngelap-lap, sekarang nggak mau lagi megang (pistolnya), karena di situ awal kehancuran anak saya," katanya.
Tak terima dengan perlakuan pelaku terhadap putrinya, pihak keluarga akhirnya resmi melaporkan kasus ini ke Mapolrestabes Surabaya pada 9 Juni 2026. Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi langsung bergerak cepat menyelidiki hingga akhirnya menetapkan JL sebagai tersangka dan langsung menjebloskannya ke tahanan.