Polda Jatim Tantang Ahmad Dhani Lakukan Praperadilan
Karena itu, dirinya menantang Ahmad Dhani dan kuasa hukumnya untuk melakukan upaya hukum. Misalnya dengan mengajukan praperadilan atas penetapan tersangka itu. “Silahkan saja. Mari kita buktikan,” ucapnya.
Sementara itu, Ahmad Dhani melalui kuasa hukumnya Tjetjep M Yasien menilai bahwa polisi terlalu terburu-buru dalam penetapan tersangka itu. Selain karena tidak jelas subyek sasaran ujaran kebencian, pada saat itu Ahmad Dhani juga menjadi korban.
“Ujaran itu muncul karena Dhani dipersekusi. Dia datang ke Surabaya ini sebagai tamu. Tetapi justru ditahan oleh sekelompok orang dan tidak boleh keluar,” kata Tjetjep.
Tak hanya itu, dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), untuk menjerat seseorang menjadi tersangka harus jelas identitasnya. Namun, pada kasus ini Ahmad Dhani tidak menyebut nama sekali. “Makanya ini kami anggap terburu-buru. Mestinya polisi mengkaji dulu legal standing pelapor dalam kasus ini,” ujarnya.
Diketahui, beberapa hari lalu Ahmad Dhani ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim. Penetapan tersangka ini menyusul laporan Koalisi Pembela NKRI atas ujaran ‘idiot’ Ahmad Dhani saat berada di Hotel Majapahit, 26 Agustus lalu. Ujaran tersebut bahkan direkam dalam video blog (Vlog) dan menjadi viral.
Editor: Donald Karouw