Mirip Kanjeng Dimas, Korban Gus Akbar di Jatim dari Berbagai Kalangan
Perlakuan ini juga diakui korban lain, Yanto. Warga Pasuruan ini pernah membayar mahar Rp5 juta untuk bisa menggandakan uang menjadi Rp500 juta. Namun, di tengah jalan, ritual dianggap gagal. “Ritual saya dianggap gagal, padahal sudah tahap akhir. Kata Gus Akbar, minyak yang saya beli untuk menjalankan ritual penggandaan salah,” katanya.
Pada kondisi itu, lanjut Yanto, Gus Akbar tidak lantas berhenti. Dia membuat tipu muslihat lagi dengan meminta mengulang ritual kembali. Namun, kali ini iming-imingnya lebih besar lagi sehingga mahar yang dibayarkannya pun harus bertambah.
“Begitu ritual untuk Rp500 juta gagal, saya ditawari uang Rp2,5 miliar. Saya pun diminta menyetorkan uang Rp22,5 juta. Karena terhipnotis, saya ikuti saja. Saya bahkan sampai patungan untuk memenuhi mahar itu,” kata penjual motor bekas ini.
Sementara Gus Akbar mengakui semua itu di hadapan penyidik. Cara sama juga dilakukan untuk korban lain. Alasannya, agar keuntungan dari hasil menipu dengan modus menggadakan uang itu lebih besar.
Editor: Maria Christina